Rabu, 13 Juni 2012

Untaian kata ajaib#

Selain music, hal yang selalu memenuhi hari-hari dan pikiran para ababil(ABG labil) adalah galau. Galau menurut KBBI adalah keadaan kacau. Hmmm…Pengertian menurut KBBI tersebut emang nggak salah lho. Menurutku galau adalah perasaan yang kacau, kacau banget yang menyelimuti diri seseorang, dan saking kacaunya, penderita galau sampai nggak bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan saat itu.
 Misalnya…

 
Si Nabil kelihatan murung banget dan mojok terus sambil ndengerin music dari HPnya.
“Kamu kenapa, Bil?”
“Ehh..e..nggak papa kok.” Nabil senyum, kelihatan banget kalau senyumnya itu maksa.
“Beneran?” Temennya memandang Nabil dengan heran. Wajahnya kusut banget gitu kok katanya nggak papa.
“Iya, nggak papa.”
“Kamu galau?”
“Iya…” Nabil tersenyum kecut.
 
Nah, lho! Galau ternyata nggak Cuma membawa aura tidak menyenangkan buat diri sendiri, tapi juga menyebarkan aura sedih untuk orang di sekitarnya*terus kenapa aku masih suka galau* -__-
 
Tapi jujur ya, galau itu nggak bisa dihindari karena orang galau biasanya bukan karena alasan yang jelas. Tapi cenderung disebabkan sama kesensitifan dalam diri seseorang waktu dia secara tiba-tiba menemui hal yang nggak menyenangkan.
 
Sebagai seorang galauer, aku harus mengakui kalau galau paling nggak enak adalah saat galau datang pada waktu aku lagi di rumah. Kenapa? Karena di rumah itu nggak ada temen yang pas buat cerita. Dan hasilnya adalah galau makin memuncak karena kesepian, lihat HP, eh…nggak ada SMS sama sekali sejak beberapa jam yang lalu (y)
 
Sebagai insan yang mulia dan juga sebagai generasi muda bangsa, seharusnya galau jangan dipelihara. Kesedihan atau kekesalan yang terjadi jangan dibesar-besarkan sampai menjadi berlarut-larut dan bisa merugikan orang lain.
 
Lho, terus gimana caranya biar nggak galau? Kita harus selalu dekat dengan Pusat Gravitasi. Hmm…siapa sih pusat gravitasi itu? Pusat Gravitasi yang aku maksud di sini adalah Tuhan, Allah swt. Dengan dekat dengan Tuhan, kita akan cenderung lebih tenang, damai, dan bahkan kalau kita bener-bener menyerahkan seluruh hati kita untuk-Nya, kita bakalan malu banget untuk galau.
 
Gini lho, Dia-lah yang menciptakan segala kesedihan dan kebahagiaan di dunia ini. Pun Allah telah berfirman bahwa Ia tak akan membebani hamba-Nya dengan beban yang berat, yang melebihi ‘kapasitas’ si hamba itu. Jadi…ya…hehehe…sebenernya galau itu buat apa yaa ~_~a *mikir, selama ini aku itu galau terus ngapain siiih*
 
Oiya, untuk lebih tenang lagi, ada doa anti galau lho :

                               
Coba resapi maknanya. Kalau kita berdonya sungguh-sungguh, ikhlas, dan khusyuk, insya Allah, Allah akan mengabulkan doa kita, dan melindungi kita dari yang namanya galau. *KOOR* aaaaaamiiiiiiiiiin