Senin, 03 Juli 2017

Ikatan yang Melanggengkan

Bismillah. Tulisan ini merupakan olahan dari kajian kitab di Masjid Ulul ‘Azmi Kampus C UNAIR Surabaya bersama Ustadz Afri Andiarto. Secara substansi, tidak ada yang diubah. Pengolahan hanya soal bahasa penyajian :)

Pasangan (yang halal yaaaรจsuami/istri) dalam hidup manusia merupakan salah satu tanda keagungan Allah SWT(lihat Ar-Rum ayat 21).  Terdapat beberapa fungsi pasangan yang Allah jelaskan dalam Al-Quran, salah satunya adalah agar manusia merasakan ketenangan, karena memang sudah fitrah manusia tidak bisa hidup sendirian. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk bisa mendapatkan ketenangan dalam pernikahan adalah dengan menikahi yang baik agamanya

Ketika dua insan yang saling mencintai karena Allah menikah, maka Allah akan menghadirkan ketenangan di antara keduanya. Tak berhenti sampai di situ, Allah juga yang akan mengikat ketenangan yang sudah ada itu supaya langgeng dengan menggunakan dua ikatan (lihat ar-rum ayat 21). Ikatan itu adalah mawaddah dan rahmah (lihat ar-rum 21).  Secara bahasa, dua kata tersebut memiliki arti yang sama, yaitu kasih sayang. Lalu, mengapa Allah menyebutkan keduanya (tidak salah satu saja)?

Ternyata, mawaddah dan rahmah memiliki makna yang berbeda. Mawaddah merujuk pada kasih sayang yang tumbuh karena sesuatu yang bersifat fisik serta melihat dan menunjukkan kelebihan pasangan. Misalnya wajah pasangan yang cantik/tampan, kepandaiannya, dan semacamnya. Oleh karena itu, dalam ajaran islam terkait apa yang biasa kita sebut sebagai ta’aruf, ada proses yang dinamakan nadhor, yang mana salah satu fungsinya adalah menumbuhkan mawaddah.

Namun, Allah Yang Maha Sempurna tahu bahwa jika pernikahan hanya diikat oleh mawaddah, manusia akan menjadi liar. Oleh karena itu, Allah ikat pula pasangan itu dengan ikatan yang bernama rahmah, yaitu menyayangi pasangan dari sisi non fisik serta menerima dan menutupi kekurangan pasangan. Rahmah inilah yang akan merawat kasih sayang (mengekalkan ikatan) sekalipun aspek-aspek fisik sudah tidak karena dimakan usia. Masyaa Allah, so sweet banget kan? Maka dari itu, Rasulullah menekankan untuk menjadikan agama sebagai pertimbangan utama dalam memilih pasangan. Karena pada hakikatnya, agama akan terus melekat pada diri manusia insya Allah.

Sekiranya cinta itu karena sebuah alasan, maka cinta itu akan memudar seiring dengan hilangnya alasan itu –Ibnu Qayyim al-Jauziyah-

Jadi, sekarang sudah paham kan maksudnya doa ‘semoga SAMAWA ya!’? hehehe


Wallahu a’lam