Jumat, 07 Oktober 2016

Hidup Sehat (1): Olahraga

Sudah sekitar 5 tahun, di rumahku yang sederhana, berdiri gagah sebuah alat olahraga yang biasanya ada di pusat kebugaran, treadmill. Alat tersebut dibeli atas inisiatif Bunda, yang mulai berpikir untuk menjaga kesehatan badan. Selain termotivasi agar tubuh dapat segar sampai usia senja dan terhindar dari berbagai penyakit, akhirnya Bunda pun rajin berolahraga karena tak mau menyia-nyiakan rupiah yang telah digunakan untuk membeli si treadmill. Sejak saat itu, Bunda semakin bersemangat mencari berbagai informasi kesehatan. Gemas melihat saya, adik, dan ayah lebih memilih mengisi waktu luang dengan rebahan di kasur, Bunda terus berkoar-koar tentang manfaat olahraga. Saya sepenuhnya sadar bahwa yang Bunda katakan benar, namun rasa malas saya masih jauh lebih besar. Kala itu, akhirnya saya mau mencoba. Luar biasa, 30 menit berjalan di atas treadmill terasa begitu berat bak mendaki gunung. Keringat membasahi seluruh badan. Namun, perilaku sehat tersebut hanya bertahan sebentar. Beratnya langkah di atas treadmill membuat saya sungguh-sungguh enggan mencobanya kembali.

Meskipun begitu, telah tumbuh cita-cita dalam benak saya, suatu saat nanti saya harus rajin olahraga seperti Bunda. Dengan rajin berolahraga, kita dapat menjalankan sunah Rasul SAW serta menjaga kebugaran tubuh kini dan nanti.



Hingga akhirnya, di pertemuan kedua mata kuliah Psikologi Bermain, banyak dibahas tentang betapa menyenangkannya bermain dan mengapa misalnya membaca merupakan kegiatan yang sangat serius. Jawabannya adalah karena saat bermain, terjadi keseimbangan antara antara olah pikir, rasa, dan raga. Dari situ saya semakin berpikir, oh jadi salah satu alasan mengapa saat belajar kita jadi sering capek adalah karena gerak yang kita lakukan menjadi sangat minim. Keinginan saya untuk rajin berolahraga menjadi lebih kuat. Namun, perilaku sehat tersebut belum muncul-muncul juga.

Entah apa yang membuat saya semalas ini. Padahal, Ayah dan Bunda sudah sering mengingatkan, bahwa menjalani kewajiban maganger dan mahasiswa bukanlah hal yang mudah. Agar tidak stres dan sakit, harus diimbangi dengan olahraga dan rekreasi. Iya, saya setuju sekali dengan Ayah dan Bunda. Badan saya sering terasa pegal-pegal dan tak segar.

Tak tahan dengan kondisi badan yang seperti itu, akhirnya minggu lalu saya memutuskan untuk berolahraga menggunakan treadmill. Berat nian rasanya melangkahkan kaki. Tapi hasilnya sebanding. 25 menit berlalu, seluruh tubuh terasa sangat hangat dan berkeringat. Selang sekitar satu jam kemudian, saya bersih diri. Sungguh segar rasanya.

Sejak saat itu, bertekad untuk rutin berolahraga. Selama di kos, saya berolahraga dengan senam. Badan menjadi lebih segar dan tidak mudah capek. Kini saya telah menemukan solusi untuk menyeimbangkan kegiatan saya yang menuntut tenaga dan pikiran yang tinggi, selain kualitas ibadah yang baik tentunya ^^