Kamis, 17 Oktober 2013

Menunggu Waktu dan Sejarah Bicara

Untuk segala kebaikan dan keburukan yang terjadi pada hari ini, biarkan Allah menjadi Sang Hakim.

Nanti, besok, lusa, atau mungkin bahkan 10 tahun lagi, waktu akan bicara, sejarah akan kembali membuka catatan kebaikan-keburukan itu. Ia mengatakan pada dunia bahwa yang terjadi bukanlah sebuah kebetulan.

Aku? Seiring berjalannya waktu, terus berusaha berdamai dengan jalan yang berbatu. Menepuk-nepuk hati dengan lembut, meyakinkan bahwa tak ada kebaikan yang merugi.

Entahlah, aku hanya ingin nanti, besok, lusa, atau mungkin sepuluh tahun lagi, sejarah dan waktu akan bersaksi untuk sebuah kabar baik.

Tenanglah hati yang menangis, ketika kabar baik itu datang, rasa sakit dan kesal dan amarah yang ada pada hari ini seakan tak pernah ada.
Ditulis pada petang di hari Jumat, tanggal 4 oktober
Untuk jiwa-jiwa yang terkadang bertanya kapan keadilan
untuk kebaikan yang dilakukan itu datang.
Balasan itu akan datang, percayalah.
Dia adalah seAdil-Adilnya Hakim :)