Selasa, 11 Juni 2013

Passion

Hari-hari berlalu begitu cepat ya, kawan? Rasanya baru kemarin...ah, tak pantas aku mengatakan 'rasanya baru kemarin', karena sudah begitu banyak hal yang aku lewati bersama teman-temanku di SMAN 3 Malang. Sudah 2 tahun menjejakkan langkah di bumi BHAWIKARSU

Jumat minggu depan aku akan naik kelas(aaamiiin) ke kelas XII. Tahun terakhir SMA, jadi anak sekolah. Aku tidak hanya berpikir tentang nilai UKK ku, tapi juga ke mana aku akan kuliah nanti. Ciaaa, galau .__.

Beberapa bulan yang lalu, aku merasa mantap memilih farmasi-UNAIR. Namun kemudian aku putar haluan ke psikologi karena aku merasa nggak cocok di duni ke-IPA-an semacam itu. Psikologi UGM, aku mantap dengan pilihanku itu selama beberapa minggu.

Namun, entahlah, beberapa hari yang lalu aku mulai merasa tidak sreg dengan pilihanku itu. Terlebih karena sepertinya psikologi tak jauh dari sosiologi--mata pelajaran yang begitu menggemaskan semasa aku kelas X. Selain itu, aku juga phobia sama orang gila, jadi mana mungkin aku masuk ke jurusan itu?

Aku mulai bingung. Aku sangat ingin bisa menikmati masa-masa kuliahku nanti dengan prestasi dan kegemilangan karena apa yang aku pilih adalah hal yang benar-benar aku senangi. Aku nggak mau diremehkan terus-menerus karena aku memang selalu setengah-setengah. Ah, ya, kalau aku memang menginginkan kegemilangan itu, aku harus mengikuti ke mana passion-ku berlabuh.

Katanya, passion adalah sesuatu hal yang saat kamu melakukannya, kamu benar-benar merasa senang, bahagia dan tidak ada beban sama sekali. Kok bisa gitu? Karena dengan passion, seseorang bisa bekerja dengan hati. Bahkan rela membayar untuk melakukan itu.

Aku jadi mikir. Passionku adalah di bidang bahasa.
- aku seneng dapat tugas menulis dari Pak Daris, dan aku selalu berusaha yang terbaik untuk itu
- walaupun nggak suka karena tugasnya banyak, tapi aku suka pelajaran Bahasa Indonesia, nggak tau kenapa
- Aku rela tidur larut malam untuk mengejar deadline lomba menulis
- aku selalu meluangkan waktu, walaupun sebentar saha setiap harinya hanya untuk menulis

Ya! Semuanya tentang menulis. Bahasa. Kata-kata.

Ah, awalnya aku memang bercita-cita menjadi penulis yang multi talent. Seperti Tompi, seorang penyanyi jazz yang kece gila, tapi dia juga bekerja sebagai dokter bedah plastik. Tapi semakin ke sini aku semakin sadar kalau nggak semua orang bisa melakukan hal itu. Nggak semua orang.

Akhirnya, aku memutuskan untuk tidak memaksakan diri dan sok perfeksionis. Hm m, perfeksionis yang akhirnya justru menjerumuskan diriku sendiri. Aku mulai mikir buat masuk sastra Inggris UGM. Hm m, kayaknya prospeknya sih bagus ^^

Doakan yang teman-teman!

UKK selesai!

Selamaaat! Tawakkal semuanya yoo!