Minggu, 06 Mei 2012

bhawikarsu art 2012

Seluruh ragaku seperti sudah pasrah. Pun dengan seluruh jiwa dan perasaanku yang seperti lepas dan melayang. Dengan kecepatan cukup kencang aku mengendarai motor, namun masih bisa menikmati langit senja hari ini. Langit senja itu sama seperti langit senja yang kemarin, kemarin kemarin daaaan kemariiiiiinnya lagi. Fiuh, mungkin terdengar berlebihan, namun memang itulah yang telah aku alami kurang lebih 2 bulan terakhir ini.
Semuanya berawal dari salah satu proker alias program kerja osis bhawikarsu 2011/2012 yaitu Bhawikarsu Art atau biasa disebut B-art. Di acara itu, masing-masing kelas diwajibkan untuk menampilkan drama sesuai dengan kreatifitas masing-masing. Tema b-art tahun ini adalah the…apa ya…hmmm…intinya legenda musisi Indonesia. Kebetulan kelasku-phoenix mendapatkan grup bimbo sebagai tema.
Sejak mendapatkan tema itu, kami mulai rapat dan rapat, terutama pada waktu jam pelajaran seni budaya (rabu, jam 1-2). Kami membagi siapa yang jadi sutradara, tim naskah, make up, kostum, koreo, tata panggung, dsb. Kebetulan aku sendiri masuk ke dalam tim naskah bersama Natasha Sekar Ayu, Qonita Ardilla, dan Ghifari Amirullah Hakim.
Tim naskah memutuskan untuk mengambil jalurcerita dari Film Tante Sun. Kenapa? Karena di Film Tante Sun ini salah satu personil Bimbo yang bernama Sam ikut andil jadi pemeran utama. Selain itu, Bimbo juga lah yang menjadi penyanyi soundtrack film ini.
Setelah terjadi beberapa debat dan kebingungan, akhirnya tim naskah dibantu oleh teman-teman yang


to be continued

super moon

katanya malam ini super moon. walaupun tak mengerti dengan jelas kenapa disebut super moon, yang pasti langit malam ini indah banget. Bulan purnama dan dikelilingi bintang-bintang kecil. Entah perasaanku aja atau emang saking Maha Indahnya Tuhan, langit dan bintang itu bener-bener indah, warna kontrasnya membuatku tak ingin berhenti melihatnya

di antara bintang-bintang yang mengelilingi si super moon, ada satu bintang yang aku anggap sebagai bintang yang paling terang. Dia berkedip-kedip. Ah, ketika aku melihat bintang, mengapa yang aku ingat adalah kamu, *****. hmmm...mungkin karena aku pernah memintamu untuk memandang langit lewat Ghifari Amirullah Hakim. Hmm...aku memang nggak berani langsung SMS kamu :3

Tapi menurutku alasan yang paling tepat adalah karena ketika melihat bintang yang begitu banyak itu, perasaanku selalu berputar saking indahnya si bintang, seperti waktu aku melihat kamu tersenyum, tertawa, dan tadi nggak sengaja aku lihat kamu bernyanyi.

kalau diumpamain bintang, kamu itu kayak bintang yang paling terang, tapi kalau bulan, kamu ya si super moon itu :')

eh eh, tapi ternyata bintang yang berkedip itu dikelilingi oleh banyak bintang yang cantik dan menawan hati! Bintang-bintang kecil selalu melirik-lirik si super star yang tanpa disengaja setiap sikapnya selalumembuat bintang cantik terpesona. Pun dengan  aku yang cuma bintang biasa.

bintang yang terang itu seperti tidak terlalu menggubris bintang2 cantik yang mendekatinya. Tapi itu hanya kelihatannya saja. karena ternyata diam-diam bintang cantik dan bintang terang mulai saling memberikan sinyal.

aku tak bisa menahan air mataku, padahal aku harus tetap bersinar sebagai bintang yang secara kodrat ya tetap saja bintang yang cantik. akhirnya aku bersembunyi di balik super moon. kata super moon, aku harus kuat dan sabar,

akhirnya dengan langkah tegak aku berjalan menghadapi malam, aku harus tetap bersinar, karena aku yakin sinar itu akan datang dari dalam susunan2 zat dalam tubuhku, maka aku akan tertap bersinar....walaupun sakit, aku akan membiarkan si super star,

terserah, dia mau melakukan apa ;'