Senin, 07 Januari 2019

Surabaya, 7 Januari 2019

Bismillah. Ini memang postingan curhat, tapi memang sengaja ditulis di sini karena memang aku berharap mudah-mudahan bermanfaat.

Jadi, hari Senin kemarin aku ke Surabaya, karena memang ada beberapa hal yang harus aku urus. Sekedar catatan, kini Surabaya bukan lagi menjadi kota yang kubenci sebagaimana dulu ketika aku masih maba, namun menjadi kota dengan sejuta kenangan. Maka 'main' ke Surabaya kali ini membuatku bersemangat. Entahlah, sepertinya manusia memang menyukai berbagai hal yang berbau 'kenangan'.

Salah satu yang membuatku terkesan dengan kedatanganku di Surabayakemarin adalah saat aku dan teman-teman yang lain sowan ke Ustadz Afri, salah satunya untuk rapat anggota Hubb.id (buat yang belum tau bisa follow ig hubb.id hehehehe). Ketika berjumpa dengan Ustadz Afri beserta istri beliau Mbak Osyi, juga putra beliau Gus Ramzan; ada rasa malu menyelimuti diriku. Melihat bagaimana keluarga ini menghibahkan waktu dan hidupnya untuk umat, menyadarkanku bahwa aku selama ini lebih banyak asyik dengan ambisi pribadiku ketimbang misi-misi yang sifatnya keumatan. Melihat bagaimana Ustadz Afri menjelaskan banyak hal kepada kami, menyadarkanku bahwa ocehanku selama ini banyak un-faedahnya.

Sepulang dari rumah Ustadz, aku masih diselimuti rasa malu dan sungkan. Maka betapa memang kita harus memperbanyak pergaulan dengan orang-orang yang giat mengejar akhirat, agar sadar betapa kita masih sangat tertinggal, untuk kemudian bersegeralah mengikuti jejak langkah mereka.

2 comments:

laili talitha Agustina mengatakan...

Aku udah follow hubb_id loh mbak :))👍

Hermin binti Heru Purwanto mengatakan...

Un-faedah..🙁aku tertusuk mba😭😭. Betapa ustadz begitu bersemangatnya membawa kita pada ilmu Allah