Sabtu, 23 Juli 2016

Saat Kehilangan

Setiap dari kita mungkin pernah mengalami masa ketika dihadapkan pada suatu kenyataan yang membuat kita sedih, hingga akhirnya kita hanya mampu diam dan berusaha mencerna dan menerimanya. Semakin keras kita berusaha untuk menghalaunya dari ingatan dan pembicaraan, semakin dalam rasa duka, kehilangan, atau kehampaan itu meremas-remas perasaan. Ingin hati kembali bangkit, berkegiatan seperti biasanya seolah tidak terjadi apa-apa, namun...ah, betapa lemahnya diri ini. Jiwa ini rindu...rindu sekali pada kepastian, keabadian, ke-ada-an, dan kesempurnaan akan zat dan kebersamaan. Maka, apa yang salah dengan diri kita, jika mengingat Sang Pemberi Kepastian dan Yang Selalu Membersamai kita itu tak dapat...setidaknya mengurangi kesedihan dan perasaan kehilangan?

Malang, 24 Juli 2016
Ditulis ketika salah seorang kawan di Fakultas hendak pindah ke universitas lain. Mungkin kami tidak begitu dekat, namun sepertinya sikap dan perilakunya yang santun begitu membekas di hati kawan-kawannya, termasuk aku. Tulisan ini bukan hanya mewakili 'pindahnya teman' tersebut, namun untuk kehilangan dan kesedihan-kesedihan lain yang tentunya tidak dapat kita hindari datangnya dalam kehidupan.

0 comments: