Senin, 13 Januari 2014

Menentukan Pilihan

Rinai hujan kembali membasahi kota Malang. Dengan kelajuan tertentu, setiap tetesnya mampu melapukkan kerasnya bebatuan menjadi kerikil, pasir, bahkan sampai menjadi debu. Suara tetes demi tetesnya bagaikan musik alam yang mendamaikan hati.

Kuliah, kampus, masa depan, cita-cita, dan harapan menjadi topik pembicaraan yang laris manis akhir-akhir ini di antara aku dan teman-teman sekolahku, atau bahkan juga seluruh anak Indonesia yang saat ini duduk di bangku kelas 3 SMA. Angan-angan tentang masa depan itu terus memenuhi benak kami setiap saat. Ketika kedewasaaan bertambah, sepertinya kami semakin sadar, bahwa menentukan cita-cita dan tujuan hidup sama sekali tak semudah menjawab aku ingin jadi dokter! Seperti pada waktu kecil dulu.

Pun dengan aku yang sampai saat ini masih belum benar-benar mantap tentang jurusan apa yang aku inginkan. Aku sering bertanya kepada diriku sendiri, pelajaran apa yang benar-benar aku sukai dan aku nikmati? Namun aku tak mendapatkan jawaban yang memuaskan, karena menjawabnya saja aku merasa bimbang.

Aku masih ragu-ragu karena ketakutan bahwa aku akan salah pilih itu selalu hadir. Ketika aku membulatkan tekad untuk memilih jurusan A misalnya, aku terus bertanya, apakah ilmu-ilmu yang dipelajari di jurusan A sesuai dengan minatku?

Apakah teori dan masalah-masalah baru dalam bidang itu mampu membuatku bersemangat untuk meninggalkan selimut hangat dan kasur empukku untuk mendalaminya?

Apakah dengan mempelajari ilmu itu aku menjadi diriku sendiri?

Apakah dengan mempelajari ilmu itu aku mampu merundukkan diri karena semakin menyadari bahwa seluruh ilmu di jagat raya ini adalah milik Sang Maha Pandai Yang apabila air di seluruh lautan dijadikan tinta untuk menuliskan Ilmu-Nya tak akan cukup?


Huh, pada intinya aku masih belum berani mengambil keputusan. Baiknya aku meelusuri diriku lebih dalam, sembari meminta petunjuk-Nya. Bagaimanapun juga, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim :)