Sabtu, 12 Oktober 2013

Be a Special Woman

Assalammualaikum para wanita yang mungkin secara tidak sengaja menemukan blog ini :) Adalah aku yang akhir-akhir ini ngefans sama Tere Liye, sampai-sampai sering stalking pae-nya dia di facebook. Bukan tanpa alasan, tapi dia selalu posting sesuatu yang bermanfaat dan memberikan pengaruh positif bagi yang membacanya. Nah, aku menemukan sebuah postingan yang sangat menarik.

Happy reading!

*Ketika wanita mengintip

Duduk manis seorang gadis rupawan, amat terkenal kecantikannya di seluruh sekolah, hanya mendengar kabar dia sedang duduk di kamarnya di asrama putri, entah sedang membaca atau belajar, jendela terbuka lebar, rusuh sudah murid-murid laki-laki lain di asrama putra. Bisik-bisik hendak melintas, pura-pura merancang rencana. Duhai, yang namanya sang rupawan, selalu seru untuk diperbincangkan.
Berdiri malu seorang wanita jelita, amat terkenal kecantikannya di seluruh kampung, hanya terbetik berita dia sedang berdiri di balik tirai, sedang menatap jalanan lengang di depan rumahnya, rusuh sudah pemuda satu kampung, amboi, yang namanya sang jelita, melihat selintas lalu saja sudah membuat cerah cuaca sepanjang hari. Apakah sang jelita tahu atau tidak, balas melirik atau tidak, diurus nanti-nanti.

Di dunia ini, puteri-puteri melambaikan tangan dari balik kereta kuda kencana, lantas banyak orang gegap gempita balas melambai, senang mengelu-elukan, terpesona mencium semerbak wangi kereta kuda tersebut. Di dunia ini, puteri-puteri melambai dari balkon istana, lantas penuh satu lapangan orang-orang berseru riang, semangat bersorak, terpesona melihat betapa cantik rupanya, berbisik tentang betapa elok gaunnya, dan lihat mahkota yang dipakainya. Sungguh menakjubkan.Tetapi bukankah tidak semua wanita di dunia adalah sang rupawan, sang jelita atau puteri-puteri? Bukankah tidak semua orang berkesempatan menjadi dan diperlakukan begitu istimewa? Bukankah lebih banyak yang berkutat meratapi wajah di depan cermin? Galau semalaman hanya karena sebutir jerawat? Dan kadang merasa tidak berharga dibanding siapapun--termasuk dibanding bayangan sendiri.Maka, jangan berkecil hati my dear anggota page ini (ada 3/4 anggota page yang wanita). Tidak usah gulana berkepanjangan. Tidak mengapa kalau kita duduk di jendela asrama sekolah, maka tidak ada satupun yang rusuh hendak melihat kita--hanya mamang tua tukang potong rumput yang menyapa. Tidak mengapa kalau kita berdiri di belakang tirai rumah, maka tidak ada satupun yang bergegas hendak mencari perhatian--kecuali tukang bakso yang itupun menawarkan dagangannya. Tidak mengapa apalagi soal mengintip dari balik jendela kereta kencana, orang-orang membicarakan tentang wangi, gaun, dan mahkota milik kita, jauh panggang dari api. Tidak mengapa.
Ingatlah selalu, wanita-wanita manapun tetap punya kesempatan, dan itu jelas lebih istimewa, lebih hakiki. Entah berkulit hitam, entah panu-an, bisul-an, entah tinggi, pendek, entah kurus, gemuk, semua memiliki kesempatan menjadi seorang 'puteri'. Puteri apa? Sebenar-benarnya puteri.

Dengarkan wasiat itu, dengarkanlah: 'Andaikata seorang wanita penghuni surga mengintip ke bumi, niscaya dia menerangi ruang antara langit dan bumi, dan aromanya memenuhi ruang antara keduanya. Dan sesungguhnya kerudung di atas kepalanya lebih baik dari dunia dan seisinya" (HR. Bukhari)

Cerita tentang si jelita dan si cantik di atas hanyalah ilustrasi yang menggambarkan bahwa di dunia ini ada perempuan yang memang diciptakan oleh Sang Pencipta dengan segala kelebihan fisik dibanding wanita yang lain. Di sisi lain, ada perempuan yang diciptakan tidak secantik si jelita. Namun, sesungguhnya hal itu tidaklah perlu menjadi sebuah masalah. Kenapa? Karena semua perempuan diberi kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri guna menjadi wanita penghuni surga. So, la tahzan!