Sabtu, 19 Januari 2013

Kasih Tau nggak Yaaa


Halo! Aku mau cerita sekaligus sharing tentang 'CURHAT'. Hm m, curhat artinya curahan hati. Jadi misalnya aku lagi ada masalah, terus aku cerita ke temenku yang namanya Nastiti, itu namanya aku lagi curhat. Atau lagi presentasi di depan kelas tapi secara spontan malah keceplosan tentang cerita pribadinya. Naaah, itu sih katanya juga curhat. hehehe...

Tapi pernah suatu saat aku ada masalah dan aku memutuskan buat cerita ke temenku, namun aneh...bukan perasaan lega yang aku dapatkan, tapi justru rasa gelisah. Nah, lho, jangan-jangan teman-teman yang lain juga pernah merasakan hal serupa ya? Wah, kenapa ya?



Kegelisahan itu mungkin disebabkan oleh hal-hal berikut ini ;

1. Masalah yang kita ceritakan adalah masalah keluarga
    Walaupun yang jadi tempat curhat kita adalah teman dekat, menceritakan masalah keluarga kurang lebih seperti menceritakan aib keluarga kita sendiri. Selain itu, kemungkinan besar teman kita juga bingung harus komentar apa buat menghibur kita, alhasil kita malah tambah galau. Jadi, kalau ada masalah keluarga, lebih baik ditulis aja di diary, tapi jangan di facebook atau twitter...atau media sosial lainnya ya, termasuk blog!

2. Tempat curhat merupakan orang yang sering terlibat cek cok dengan kita

     Yang namanya manusia, emosinya pasti sering nggak stabil kan? Aku juga pernah sih negrasain hal seperti itu. Ada saatnya aku merasa tidak cocok dengan temanku, sampai marahan 2 hari(maksimal). Kalau marahannya sama teman dekat yang aslinya sudah baik dan dekat mungkin nggak masalah. Tapi...bayangin deh kalau aku atau teman-teman marahannya sama anak kelas lain yang nggak begitu akrab tapi dia megang rahasia besar kita, waaa....jangan sampai terjadi yaaa, bisa bahaya! So, ayo hargai diri sendiri, toh njaga rahasia diri sendiri kaan ;)

Hmmm... tapi sebenarnya Islam, sebuah agama yang sempurna telah mengajarkan kita untuk bergantung, berharap, dan berkeluh kesah hanya kepada Allah swt. Kenapa?

1. Dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dia kasihi orang-orang yang berkehendak dikasihi-Nya

2. Dia tidak pernah marah kepada kita, seberapapun kita menyakiti-Nya. Dia hanya marah, sebab perbuatan buruk kita hanya akan menghalangi rahmatNya
3. Dia tidak pernah kecewa seberapa kalipun kita mengecewakanNya
4. KekuasaanNya melebihi masalah kita, kebesaran-Nya melebihi apa yang kita keluhkan
5. Dia Maha Menghibur hati
6. Dia Maha Mendengarkan keluh kesah
7. Dia Maha Menemani
8. Dia Maha Melihat segala kesedihan dan Menyaksikan segala kesusahan dan selalu berkenan menolong

Ketika permasalah menghadang....kita hanya butuh Dia...kita hanya butuh Dia...

Hanya karena kami kurang mengenal-Mu, lantas kamiberjalan dalam kesendirian. 
Sendiri dalam menjalani hidup dan kehidupan
sendiri dalam mengatasi kesulitan hidup dan kehidupan

Anda kami mengenal-Mu dengan baik, sebaik pemahaman hari ini,
dan sebaik yang Engkau pahamkan kepada kami,
tentu kami tidak akan berpaling dari diri-Mu dan senantiasa minta ditemani
Engkau terlalu berharga untuk kami abaikan
Engkau terlalu berharga untuk kami lupakan
Dan kami terlalu bodoh bila tidak mendekat dengan-Mu
Engkau bisa hilangkan penderitaan kami dalam sekejap
Engkau bisa hapuskan kesalahan-kesalahan kami dalam sekejap
Itu karena Engkau demikian kuasa
Kekuasaan-Mu tidak pernah berbatas dan tidak pernah bertepi

Kesimpulannya, curhat ke teman itu boleh, nggak papa banget malah. Tapi hanya diri sendiri yang tahu, yang bisa selektif, mana yang pantas diceritakan kepada orang lain dan mana yang sebaiknya disimpan di dalam hati. Semoga bermanfaat! :)

By : Fatin Philia Hikmah
nb : Tulisan berwarna oranye bersumber dari buku Ust. Yusuf Mansyur "Kun Fayakuuun"


Males Sekolah, ah masa?

Nggak terasa ya sudah 2 minggu aku dan teman-teman sekolah lagi setelah liburan semester dan tahun baru cukup lama, nyaris 3 minggu.

Aku masih inget banget ketika hari Minggu, sebelum hari pertama masuk sekolah. Aku nggak rela kalau liburan yang menyenangkan harus berakhir dan kembali pada fisika, kimia, matematika, sejarah, dll di sekolah. Dan aku yakin kebanyakan dari teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama kan?

Eh, berarti hal itu wajar dong? Ya wajar banget, secara eksplisit, hampir semua orang nggak rela meninggalkan kesenangan untuk kembali berkutat dengan rumus dan teori-teori kan? Nah, tapi bundaku sempat bilang kalau bagaimanapun aku nggak rela liburan berakhir, pada akhirnya aku akan tetap suka sekolah, menikmati sekolah apalagi kalau udah ketemu sama temen-temen...karena apa...karena usiaku adalah usia sekolah.

Hmmm...bunda ada benernya juga sih. Coba aku libur sampai 1 bulan gitu juga pasti nggak betah banget.

Dari situ aku mikir, jadi sebenernya yang membuat kita(pelajar) kadang-kadang males sekolah itu bukan 'pergi ke sekolah'nya, tapi ada faktor X yang kita sendiri kadang males atau mungkin semangat banget ke sekolah...?




1. Teman
     Sesulit apapun pelajaran yang ada di sekolah, selama kita masih memiliki teman-teman terdekat yang peduli sama kita, menerima kita apa adanya, pasti kita akan selalu semangat ke sekolah. Nggak peduli Fisika rumusnya banyak banget atau banyaknya hal yang harus dihafalkan pada pelajaran searah, selama ada teman yang baik, kita bisa melaluinya(maksudnya saling menguatkan, bukan nyonteki, hehe)
    Jadi, jangan pernah menyia-nyiakan teman yang ada di sekitar kita, mungkin kita baru menyadari betapa kita bukan apa-apa tanpa teman ketika dia bener-bener ninggalin kita, Well, jangan sampai terjadi!

2. Manajemen waktu
    Yang namanya sekolah pastinya ada tugas(individu dan kelompok), PR, ulangan yang membuat sekolah jadi ada tantangannya. Untuk membuat kita terus semangat sekolah, pastikan semua tugas itu ter-manage dengan baik, sehingga langkah ke sekolah terasa ringan, bisa berprestasi juga!
                      
3. Reward untuk diri sendiri
    Semua orang pasti pernah merasa bosan dan jenuh dengan hal-hal yang terjadi berulang-ulang. jadi wajar banget kalau misalnya suatu saat nih, teman-teman ngerasa, duuuh, PR lagi PR lagi, tugas lagi tugas lagi. Bosen banget sekolah! Tapi jenuh kalau kita ikuti bisa bahaya lho, bisa membuat rencana-rencana berharga yang sudah kita susun sejak awal jadi berantakan. Nah, kita bisa menyiasatinya dengan membeli alat tulis baru supaya semanngat, atau beli buku tulis yang lucu-lucu. Asalkan nggak beli sepatu sama tas baru aja tiap bosen...hehehe...

Well, sebenernya masih banyak sih, tapi untuk kali ini itu dulu ya, hehhee...semoga bermanfaat :)