Minggu, 31 Maret 2013

Afgan, Inspiring Me


Aku pernah mendengar orang mengatakan, “Dalam menjalani hidup, harus ada seseorang yang bisa membuat kita terinspirasi.”

ini foto waktu dia ke smanti kemarin...

 

Waktu itu aku tidak terlalu percaya atau bahkan tidak peduli dengan kata-kata itu. Menurutku, yang terpenting bukanlah seorang inspirator, namun eksistensi mimpi dan kemauan tinggi yang dalam diri sendiri-lah yang lebih penting. Karena kalau pun ada inspirator, tapi tidak ada kemauan, percuma juga kan?

Namun pemikiranku tersebut berubah setelah seorang Afgansyah Reza bersama POND’S datang ke sekolahku, Bumi Bhawikarsu-SMAN 3 Malang. Afgan yang ganteng dengan suara yang merdu membuat hampir semua kaum hawa di sekolah pada waktu itu asdfghjklloiuyhj gitu deh. Hahahaha…

Hm, gini, intinya Afgan dengan segala kelebihannya itu membuat dia dikagumi atau mungkin disayangi oleh fans-fans nya. Afgan senyum, reflex orang-orang memekik, “Aaaa…?!@#$%^&” Ah, pokoknya si Afgan ngapain aja semuanya pasti asdfghjkkll. Hihihi…

Nah, setelah itulah aku menyadari ada perasaan unik yang menggelitiki diriku. Ada salah satu sisi diriku yang bertanya-tanya…

Gimana ya rasanya jadi Afgan? Punya banyak fans, yang berarti banyak orang yang peduli dan sayang sama dia? Gimana ya rasanya dikawal sama bodyguard kayak gitu? Gimana ya rasanya menjadi orang hebat karena passion?
 

Well, aku ingin bisa seperti itu, di bidangku sendiri tentunya. Pasti keren kalau aku bisa masuk di rubric sosok/sosialita-nya KOMPAS sebagai penulis muda yang berbakat(amiin). Pasti keren kalau aku bisa jadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkaya bagi negeri. ..

Tapi aku sadar, Afgan bisa sekeren itu juga dengan keras lho. Sehebat apapun suaranya dia, kalau dia nggak pernah mengasahnya untuk menjadi lebih bagus dan lebih bagus lagi, mana mungkin penggemarnya selalu banyak dan bahkan bertambah banyak? Mana mungkin banyak acara yang mengundangnya untuk performing kalau dia tidak disiplin?

Nah, lho! Ternyata seorang penyanyi pun bisa menjadi inspirator bagi siapa aja ya buat menggapai cita-cita :D

Sabtu, 30 Maret 2013

Afgan Coming, and my Carlesness


Hari Sabtu ini begitu spesial karena ada seorang penyanyi asal ibu kota, yang namanya udah santer banget ke seluruh pelosok negeri ini datang ke bumi BHAWIKARSU, SMAN 3 MALANG. Afgan datang ke sekolahku secara gratis lho. Lho, kok bisa gratis?

Jadi ceritanya gini nih, sekolahku merupakan salah satu sekolah yang berpartisipasi dalam lomba scrapbook yang diadakan oleh POND’S(iyaa…produk kosmetik yang terkenal buanget itu). Scrapbook itu berisi kegiatan-kegiatan ekskul anak-anak smanti. Yaah, pokoknya scrapbooknya keren deh, bener-bener menggambarkan betapa aktif dan serunya SMANTI. Hm, saking kerennya nih, sekolahku menang dan berhak mendapatkan ‘hadiah’…iya si mas Afgan itu…

Pihak sekolah yang tau tentang betapa berartinya kedatangan Afgan buat sebagian besar pejuang BHAWIKARSU mengambil kebijakan bahwa Sabtu ini nggak ada UTS, dan jadilah sabtu ini, pejuang BHAWIKARSU berangkat ke sekolah jam 7, dan perlahan memenuhi lapangan basket smasti yang udah ada panggung dengan banner khas POND’S gitu lah.

Aku sama temen-temen BEKANTAN ngumpul di satu tempat dan mengikuti jalannya acara…yaah, as yo know, setiap acara konser music yang bintang tamunya cuma satu pasti dibuka dengan penampilan-penampilan selingan yang panjang banget.

Pertama tadi ada dari Seven E, Nine F, modern dance, nasyid, games, dan buanyak deh pokoknya. Mulai dari mataharinya masih sehat sampai sudah terasa menyengat di kulit, si mas Afgan ini belum muncul-muncul juga u___u

Penonton mulai bosen…bosen…panas…nggak sabar, kok katanya Afgannya nggak muncul2 -_-

Dan akhirnya…setelah penampilan sebuah band indie(juga setelah teriakan heboh manggil-manggil Afgan…bisikan2 mana sih Afgan nya…)…

Sosok cowok yang nggak terlalu tinggi(mungkin ini faktor Afgan yang dikawal bodyguard tinggi) dengan kacamata, topi hitam, kaos hitam motif simple hadir dengan senyum dan lesung pipitnya yang terkenal itu. Ciaaaaaa. Subhanallah…subhanallah…subhanallah…Afgan guanteeeeeng buangeeet…..(kalau nggak lihat aslinya, bedaa, beneran)



Gimana ya…reflek aja gitu, sebagai cewek umur 17 tahun, aku terpesona lihat Afgan yang ganteng. Beneran, beneran, aku nggak bohong ya, Afgan ganteng banget!

Sambil terus tebar pesona(sebenarnya Afgan bersikap kayak gitu juga karena orang2 histeris kali ya—jadi bukan salahnya dia juga kalau dia tebar pesona banget kayak gitu) Afgan nyanyi…diikuti para penonton…ya termasuk aku, hehe.

Nggg…kalau nggak lihat sendiri, nggak percaya deh kalau Afgan ganteng banget…

On the other hand, aku mikir, kok tadi aku bisa sehisteris itu ya? Ngkiutin Afgan nyanyi bisa huebuoh banget ._. Tapi aku nggak salah kan, buktinya hampir semua anak yang nonton juga histeris kok, anak smansa sama stetsa aja juga pada ngiri…

Hm, begini, aku mulai mikir, memangnya Afgan itu siapa? Kok dia mbuka tutup botol minuman aja aku bisa ngerasa gimanaaa gitu saking cute-nya wajahnya. Memangnya dia udah berjasa apa ke hidupku kok aku bisa rela panas-panasan hanya untuk bisa lihat dia dari dekat? Memangnya dia bisa ngasih aku apa kok aku bisa hafal banget sama lirik lagunya?

Bentar…bentar… aku Cuma coba mbandingin waktu acara majlis dzikir tanggal 2 kemarin…

H-2 atau H-1 acara, aku sibuk Tanya ke teman-temanku, “kamu ikut nggak? Males nih…” atau mungkin bahkan mencari temen buat sama-sama mbolos. Beda banget waktu Afgan yang bakalan dateng. Nggak usah ditanya juga pasti aku dateng laaah….

Terus pas acara pondok ramadhan…aku pengen cepet-cepet pulang. Coba kalau Afgan yang dateng, biar udah keringetan, panas, laper dan haus, selama lagunya belum selesai dan Afgan-nya belum pergi, aku sama sekali nggak rela untuk beranjak.

Dan mungkin juga aku telah melupakan sosok yang seharusnya menjadi idolaku sebagai seorang muslimah; Muhammad SAW. Astaghfirullah…atau mungkin aku sudah lupa siapa beliau?

Kalau Afgan…

Dia yang punya lesung pipit di pipi kanan-kiri itu kan?

Dia yang yang lagu pertamanya Terimakasih Cinta itu ya?

Dia yang punya mantan yang namanya Olivia Jensen itu ya?

Dia yang lagu terbarunya pesan cinta kan? Yaa….dan dia yang dia yang lain…*ini sepengetahuanku asli lho,

Sedangkan Nabi Muhammad…

Beliau adalah sosok yang mewariskan Al-Quran kepada umat islam…

Beliau adalah sosok yang tingkah lakunya pun bisa menjadi panduan umat islam dalam kehidupan…

Beliau adalah sosok yang penuh kasih sayang kepada umatnya…bahkan sebelum beliau menghembuskan nafas terakhir, yang beliau sebut adalah umatnya; kita, wahai umat muslim…

Beliau adalah yang akan memberi syafaat umat islam di padang mahsyar nanti…

Aneh ya aku ini, aku tidak perlu panas-panasan, aku tak perlu menghafal semua sabda beliau, aku tidak perlu ke negeri di mana beliau dulu tinggal, aku hanya perlu sering mengingat beliau dengan bersholawat baginya…dan insya Allah, beliau akan hadir di padang Mahsyar untuk memberi syafaat untukku, dan umat muslim lainnya. Amiiin…

Seberat apa sih bersholawat, sampai aku bisa lupa? Ah, mungkin bersholawat lebih sulit ya untukku daripada menghafal lirik-lirik lagu Christina Perry, Taylor swift, OneDi, dll?

Ah, tak baik juga kalau terlalu menyesali yang telah terjadi. Paling enggak setelah kedatangan Afgan tadi, mengingatkan aku bahwa aku sudah terlalu lalai. Cintaku kepada Allah dan Nabi Muhammad telah terkikis perlahan-lahan dengan hadirnya artis-artis itu. hohoho

Jangan sampai deh aku dan teman-teman yang lain tidak bisa bertemu Nabi Muhammad untuk mendapatkan syafaatnya. Betapa meruginya kita teman! Kalau gitu,  gitu mulai sekarang kita bareng-bareng yuk perbanyak sholawat?! Mudah-mudahan kita bisa bertemu di padang mahsyar nanti dalam keadaan beruntung. Amiiin!
*FOTO MENYUSUL YAAAH.
 

 

Kamis, 21 Maret 2013

KEEP CALM MANTRA


Terkadang dalam menjalani kehidupan, kita harus berhadapan dengan situasi yang membuat kita secara reflex bersikap berlebihan. Bisa terlalu marah, terlalu sedih, terlalu heboh, atau terlalu-terlalu yang lain…yang apabila tidak kita control bisa berdampak negatif lho…misalnya ada teman yang mulai nggak suka dengan ekspresi berlebihan kita , dan akhirnya perlahan menjauh.

Well, sikap berlebihan itu bisa kita kurangi dengan beberapa mantra ini :D



1.       I’M NOT A DRAMA QUEEN

Setiap menghadapi situasi yang emosional, cobalah bayangkan apa yang akan seorang drama queen bereaksi, and do the opposite! Misalnya ketika tugas sekolah yang sangat penting ternyata ketinggalan, drama queen akan marah-marah atau terus mengeluh menyalahkan keadaan. Nah, emosi yang sia-sia kan? Mendingan ngerjain tugasnya ulang aja kan? Hm!

2.       LIHAT TEMPAT LIHAT SITUASI

Boleh lah kalau kita mau ketawa ngakak atau teriak-teriak ketika sedang curhat bareng sahabat di kebun atau di kamar. Tapi kalau kita melakukannya di perpustakaan atau di kelas? Hm, sama aja kita tidak menghormati hak orang lain kan?

3.       REALITY CHECK

Sebelum merasa tersinggung dan tersakiti mati-matian gara-gara diomongin di belakang sama temen sendiri, lihat dulu penyebabnya. Bisa jadi karena kita memang nyebelin beberapa minggu belakangan, atau mungkin temen yang ngomongin itu memang mempunyai sifat minus yaitu hobi ngegosip nggak jelas. So, do we have bother think of it? :)

4.       LAY BACK, IT’S ALL DONE BEFORE

Masalah dan kesenangan orang memang beda-beda, tapi biasanya kita nggak sendirian merasakan hal yang sama di dunia ini. Kalau orang lain bisa keep calm and collected when needed, so can we.

5.       WHEN IN DOUBT, CHOOSE SILENT

Teman-teman pasti pernah kan merasakan situasi di mana bingung banget harus bereaksi apa, karena terlalu seneng atau terlalu sedih?

Nah, kalau udah gini, lebih baik diem aja dulu, mencoba berkomunikasi dengan emosi kita tersebut. Pikirin masalahnya dulu, sebelum emosi kita jadi tindakan.

Bukan rahasia lagi kalau emosi sesaatn bikin pikiran nggak jernih. Dan ujung-ujungnya, kita melakukan perbuatan yang bikin kita menyesal kemudian.

*konsep tulisan dari gogirl! magazine 94/nov 2012, tapi diedit-edit sih x)

Minggu, 17 Maret 2013

#absurd

hmmm...awalnya aku mau nulis tentang menghargai orang lain, terus tentang sweet seventeen, tapi nggak jadi semua soalnya kayaknya aku mau blak-blakan cerita tentang isi hatiku...mulai alay.

ya, kalau aku alay, berarti aku lagi galau. galau gara-gara apa? banyaaaak. jangan diceritain di sini ah. nanti ada yang baca (?)

udah yaa. semoga kita bisa bertemu lain waktu dengan aku yang tidak alay ataupun galau. aaamiiiin

RUMAH DI HATI

kebahagiaan hidup tidak dapat dinilai dari berapa banyak harta yang dimiliki
buktinya ada orang yang punya rumah besar, tapi tidak pernah ditempati,
membuktikan kalau rumahnya tidak memberikan kenyamanan

jadi, kunci kebahagiaan hidup adalah bagaimana kita mengatur 'rumah' yang ada di hati kita,
supaya tetap luas dan lapang, apapun yang terjadi, apapun yang kita dapatkan, akan selalu terasa indah
 
itulah indahnya bila kita senantiasa bersyukur,   -Pak Nashikin, guru PAI SMANTI MALANG