Sabtu, 11 Februari 2012

itu aku

aku tak bisa dan mungkin tak akan bisa untuk mengungkapkan rasa rinduku kepadanya. aku tak berani untuk menanyakan apa yang sedang dia lakukan sekarang. Pun aku tak berani untuk menyapanya setiap aku melihatnya berada di dekatku. Entah, meskipun hanya untuk sebagai teman biasa, seperti anak perempuan lain yang dapat dengan ceria dan entengnya memanggil namanya, dan mengajaknya bicara. Apa saja.

Kerinduan yang aku rasakan buat dia setiap malam hanya aku ungkapkan melalui seorang teman...yang bisa ku anggap sahabat karena dia begitu mengerti semua tentang diriku. Aku rasa aku membuat sahabatku bosan dengan semua kegilaanku di sms. mengulang kata-kata "***** unyuu" atau menceritakan hal-hal nggak penting yang membuatku ge er dan gembira berlebihan. Awalnya aku khawatir bahwa sahabatku itu akan merasa kesal dan jenuh, namun ternyata dia mengaku...dengan senang hati mau mendengarkanku. Terimakasih untuk Ghifari Amirullah Hakim dan Annafsa Zaky Rahmi...oh, sama adikku Nur Sophia Matin yang dengan senang hati mau mendengarkan semua cerita nggak pentingku tentang dia.


Akhirnya...Terkadang aku merasa aku nggak bisa menahan perasaan yang terus mengalir di darahku dengan indah...membuatku melayang. Kemarin malam, kemarin malamnya lagi aku menitipkan salamku lewat sahabatku untuknya. Dan ternyata ***** membalas sms sahabatku itu dengan sangat antusias(ya ampun, aku tau bnget gimana sifatnya *****)...dan itu sangat aneh menururtku. Dia sangat penasaran dan terus mengejar jawaban sahabatku itu.

ketika esoknya...Tuhan memberikan anugerah dalam hidupku, Ia menghadirkan dia untukku menyambut pagi. Dia dengan segala tingkah lakunya yang nyatanya membuatku jatuh cinta. Rasanya...aku seperti sudah berputar-putar dalam suatu pusaran dan yang jelas aku sulit keluar dan meninggalkan semua ini. Melupakan semua perasaanku untuknya.

Satnite. Aku senang aku bukan lagi gadis yang galau dan kebingungan di waktu malam minggu cuma gara-gara nggak punya pacar. Gara-gara nggak ada cowok yang ngajak jalan. Yeah...karena itu semacam anak SMP banget -__- Namun aku juga bingung...harusnya aku senang atau sedih, karena di malam minggu ini aku menghabiskan waktu untuk sms-an sama sahabatku, bercerita tentang dia. Iya...dia yang itu.


Pada akhirnya, saat aku merasa mataku mulai sangaaaat berat, aku mentipkan salamku untuknya lewat sahabatku dan ketika aku terbangun di kala petang, ada 12 sms masuk di hpku. 10 adalah dari sahabatku yang bilang kalai si do'i membalas sms "jangan rahasia2an"

aku merasa bersalah telah melibatkan sahabatku. aku merasa nggak enak. aku janji nggak gitu lagi. dan aku harap ***** tau ITU AKU.


_BY : Fatin Philia hikmah :)).





diana nabela

Fatin Philia Hikmah adalah salah satu siswi di SMAN 3 malang absen 13 di kelas X6. Oke, aku kira kalau itu sudah cukup, atau bahkan sangat jelas. namun sekarang aku ingin menceritakan tentang seorang cewek yang secara nggak langsung, aku menganggapnya sebagai sahabatku. Dia adalah diana nabela. Kalau aku absen 13, dia itu absen 11.

Pertama kali aku mengenal Bela, dia adalah anak yang pinter namun ambisius banget. Habisnya dia selalu bagian angkat tangan untuk apapun yang ditanyakan oleh pak/bu guru...padahal itu masih beberapa hari setelah MPLS.

fatin philia hikmah--> sesuatu

aku melangkah dengan ringan dan santai. Meskipun tadi aku berangkat kesiangan, namun beruntung karena ternyata angkot yang aku naiki semacam sesuatu banget, jalannya ngebut banget, dan itu membuatku sekitar 6:40 sudah sampai di sekolah.

                                                                       ---
sebenarnya bukan sesuatu yang spesial, namun entah mengapa hal itu menjadi sesuatu yang spesial dan sesuatu banget belakangan ini. aku memasuki ruangan itu dengan perasaan yang sangat sulit ku ungkapan, perasaan yang sangat sulit untuk orang lain bahkan aku sendiri mengerti, namun nyatanya itu adalah perasaan yang mengaliri darahku belakangan ini.

perasaan melayang setiap aku melangkahkan kaki, karena aku ingat, aku punya semangat dalam diriku, karena aku mengaguminya?

mengaguminya...hm....aku tak pernah membayangkan aku akan menggilainya seperti ini ketika pertama kali aku mengenalnya. sama sekali nggak menyangka. dan sekarang....oh, tolong, aku begitu sulit melupakannya.

tadi dia lewat di dekatku dan...tolonglah, aku bisa mencium wangi parfumnya dengan jelas. astaghfirullah...bantulah hamba-Mu ini untuk tetap dan selalu berada di jalanMu ya Allah...aku merasakan atmosfer merah muda melingkupi diriku. aku merasakan...ah, tolong, aku mohon ini bukan perasaan yang terlarang...

_by : fatin philia_phoenix bhawikarsu :)